11 Cara Menghitung Simulasi KPR 2020 & Besaran Cicilannya

Cara Menghitung Simulasi KPR – Rumah memang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi setiap orang, dimana rumah tersebut akan menjadi sangat penting bagi mereka yang sudah berumah tangga. Sebab bagaimanapun juga masa depan rumah tangga memang sudah harus ditata sejak saat ini juga, termasuk menentukan perencanaan memiliki rumah pribadi untuk keluarga.

Terkadang membeli rumah dengan cara tunai atau membangun rumah memang membutuhkan dana yang sangat besar. Hal ini tentu sangatlah sulit bagi mereka yang memiliki gaji atau penghasilan pas-pasan di setiap bulannya. Disamping itu harga properti juga selalu mengalami kenaikan di setiap tahunnya.

Untuk menghadapi hal ini, solusi yang paling tepat adalah dengan membeli sebuah rumah dengan cara di cicil atau biasa kita kenal dengan kredit KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Dengan fasilitas perbankan yang satu ini, kita dapat membeli sebuah rumah dengan cara di cicil di setiap bulannya selama kurun waktu tertentu sesuai perjanjian kontrak.

Hal ini tentu akan jauh lebih mudah, terlebih bagi kalian semua yang memiliki penghasilan pas-pasan setiap bulannya. Namun sangat penting juga bagi kalian untuk melakukan simulasi awal untuk mengambil KPR, mengingat fasilitas cicilan ini akan menjadi pengeluaran tetap dalam kurun waktu yang panjang.

Cara Menghitung Simulasi KPR & Besaran Cicilannya

Cara Menghitung Simulasi KPR

Jangan sampai kalian semua mengalami masalah keuangan atau bahkan gagal bayar di kemudian hari karena tidak melakukan perhitungan dengan tepat dan menyesuaikan kemampuan bayar kalian terhadap cicilan tersebut. Baiklah daripada penasaran lebih baik langsung saja kita simak ulasan mendalam mengenai cara menghitung simulasi KPR yang telah kami siapkan berikut ini.

Uang Muka dan Biaya Administrasi yang Harus Dibayarkan

Setiap melakukan pengajuan KPR sudah pasti akan dibebankan dengan sejumlah biaya, baik biaya uang muka atau biaya lain yang menambah nilai cicilan itu sendiri (bunga). Besaran biaya ini juga akan sangat tergantung pada kebijakan masing-masing bank penerbit KPR. Walaupun secara garis besar, Bank Indonesia memiliki kebijakan khusus akan terkait akan hal tersebut, namun bank tentu memiliki kewenangan tersendiri untuk menyesuaikannya di dalam kegiatan operasional mereka.

Sesuai dengan peraturan terbaru Bank Indonesia, besaran uang mula KPR saat ini adalah 15% untuk rumah tapak pertama, 20% rumah kedua dan 25% untuk rumah selanjutnya. Akan tetapi besaran uang muka ini dapat berbeda di setiap bank, tergantung akan kebijakan yang dimiliki oleh pihak bank tersebut. Dengan asumsi harga rumah sebesar 600 juta, maka akan dikenakan uang muka untuk rumah pertama sebagai berikut:

1. Uang Muka

  • 15% x Harga Rumah
  • 15% x Rp 600 juta
  • Jadi uang muka yang harus dibayarkan adalah Rp 90 juta

Dengan perhitungan diatas maka jumlah pokok redit juga dapat dihitung secara otomatis, yakni

2. Pokok Kredit

  • Harga Rumah – Uang Muka
  • Rp 600 juta – Rp 90 juta
  • Rp 510 juta

Biaya Administrasi & Lain-lain

Disamping uang muka kredit, kalian juga akan dikenakan biaya-biaya lain ketika mengajukan KPR ke Bank:

Biaya Provisi

Biaya ini merupakan biaya yang dikenakan oleh pihak Bank kepada nasabah pengguna KPR sebagai bentuk biaya administrasi atas sejumlah dana yang telah mereka pinjamkan. Besaran biaya ini juga berbeda-beda antara satu bank satu dengan bank lainnya, akan tetapi umumnya pihak bank akan menetapkan nilai 1% dari pokok kredit yang mereka pinjamkan. Untuk perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya Provisi = 1% x Rp 510 juta = Rp 5,1 juta.

Menghitung Pajak Pembeli (BPHTB)

Untuk menghitung pajak pembelian, ada beberapa poin penting yang harus dimasukkan, yakni NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Nilai NJOPTKP ini akan berbeda-beda di setiap wilayah dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan peraturan daerah. Besaran NJOPTKP yang digunakan diatas adalah untuk wilayah Jakarta, yakni sebesar Rp 60 juta. Untuk perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Pajak Pembeli = 5% x (Harga Rumah – NJOPTKP) =5% x (Rp 600 juta x Rp 60 juta) = Rp 27 juta.

Menghitung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNPB pada umumnya harus dibayarkan sekaligus pada saat mengajuan BBN (Biaya Balik Nama). Variable Rp 50 ribu yang digunakan dalam perhitungan ini dapat saja berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah.

  • PNBP = (1/1000 x harga rumah) + Rp50 ribu = (1/1000 x Rp600 juta) + Rp50 ribu = Rp650 ribu

Menghitung Biaya Balik Nama (BBN)

Untuk proses yang satu ini juga akan tergantung pada perjanjian awal dan kebijakan yang diterapkan oleh pihak bank. Untuk perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • BBN = (1% x Harga Rumah) + Rp 500 ribu = (1% x Rp600 juta) + Rp 500 ribu = Rp6,5 juta

Variable Rp 500 ribu yang digunakan dalam perhitungan ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan dari pemerintah. Selain biaya-biaya diatas, sejumlah biaya notaris juga perlu kita perhitungkan sejak awal, sebab proses pengajuan KPR ini juga akan membutuhkan jasa notaris tersebut.

Biaya Bunga dan Besaran Cicilan KPR

Setelah mengetahui perhitungan biaya-biaya administrasi dan juga uang muka diatas, selanjutnya akan membahas mengenai bunga dan besaran cicilan KPR, lebih jelasnya mari simak berikut ini:

Cicilan per Bulan

  • (Pokok Kredit x Bunga Per Bulan) / [1-(1+ Bunga Per Bulan) ^(- Tenor dalam Satuan Bulan)]
  • (Rp 510.000.000,- x 10%/12) / [1-(1+10%/12) ^(-60)]
  • Rp 10.835.992,8

Total Pinjaman dan Bunga

  • Cicilan Per Bulan x Tenor dalam Satuan Bulan
  • Rp 10.835.992,80 x 60
  • Rp 650.159.568,16

Total Bunga

  • Total Pinjaman & Bunga – Pokok Kredit
  • Rp 650.159.568,16 – Rp 510.000.000,-
  • Rp 140.159.568,16

Kelebihan dan Kekurangan KPR

Nah untuk informasi, kredit KPR ini juga memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan yang dapat kalian pahami terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan pengajuan kredit KPR. Apa saja kelebihan dan kekurangannya mari kita simak dibawah ini.

Kelebihan

  • Bayar KPR tiap bulan lebih rendah
  • Keuangan lebih stabil dan lebih baik
  • Lebih tenang saat terjadi perubahan ekonomi
  • Alokasi penghasilan ke sektor lain

Kekurangan

  • Memakan waktu yang cukup lama
  • Beban bunga yang dibayarkan lebih besar
  • Kredit macet
  • Menyita pikiran
  • Perubahan ekonomi di masa depan

Nah itulah beberapa pembahasan yang dapat kami sampaikan mengenai cara menghitung simulasi KPR yang dapat kalian simak diatas. Baiklah mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua. Jangan lupa juga baca artikel lain mengenai tabel angsuran KPR Bank BTN yang telah idekredit.com sampaikan di postingan sebelumnya.