6 Cara Perhitungan Pelunasan Pinjaman Bank BRI 2022

Perhitungan Pelunasan Pinjaman Bank BRI – Menjelang pelunasan pinjaman di bank BRI kewajiban debitur akan segera selesai dengan melakukan pembayaran terakhir. Oleh karena itu perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI harus dilakukan supaya debitur tidak mengalami kerugian karena ada tagihan yang tidak sesuai dengan perjanjian kredit.

Perhitungan harus dilakukan mulai dari nominal cicilan terakhir, biaya admin, bunga ataupun penalti jika memutuskan untuk mempercepat pelunasan. Sebelumnya kami sudah membahas mengenai potongan pencairan KUR BRI dimana debitur akan dibebaskan dengan cukup membayar bunga saja. Namun ketika akan pelunasan maka pihak Bank BRI akan melakukan pemeriksaan ulang dari cicilan awal apakah semuanya sudah dibayarkan atau belum.

Ketika ada pelunasan pinjaman BRI sebelum jatuh tempo maka secara otomatis akan ada biaya yang dikenakan kepada nasabah. Perhitungan akan mengacu pada suku bunga serta biaya yang sudah diterapkan. Sebagai debitur kita memang harus paham perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI supaya tidak dikenakan biaya lainnya. Tentunya dengan bukti pembayaran yang diperoleh tiap mencicil kita dapat menyanggah jika ada penambahan biaya.

Pada dasarnya perhitungan dapat dilakukan sendiri sesuai dengan suku bunga maupun besaran biaya yang diterapkan oleh Bank BRI. Terlebih untuk berbagai jenis pinjaman akan memiliki ketentuan berbeda soal bunganya. Oleh karena itu sebagai referensi silahkan simak perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI dibawah ini.

Perhitungan Pelunasan Pinjaman Bank BRI
Citayam

Suku Bunga Pinjaman Bank BRI

Pertama kamu wajib mengetahui besaran suku bunga yang diterapkan Bank BRI untuk setiap layanan pinjamannya. Meski BRI dikenal dengan layanan pinjaman berbunga rendah, namun pastikan sebagai debitur melakukan perhitungan berdasarkan prosentase terkini supaya menghindari kemunculan biaya yang tidak diinginkan.

Baca  √ Contoh Nomor Rekening BRI 2022: Cara Cek, Awalan & Berapa Digit

Misalnya pada bunga KUR BRI dimana masih tetap berada pada angka 6% pertahun dimana akan mempengaruhi nominal cicilan perbulan secara langsung. Kemudian ada pula yang menggunakan sistem bunga perbulan sehingga perhitungannya akan berbeda. Sebagai referensi silahkan simak suku bunga terbaru BRI pada tabel berikut.

Pinjaman Bank BRIBunga Per Tahun
Briguna Karya13% – 13,5%          
Briguna Umum7,2% – 10%
KKB BRI Refinancing4,99% – 6,65%
KKB Mobil Bekas dan BaruBaru = 3,6% – 6,3%
Bekas = 4,99% – 6,65%
KKB Motor PremiumMinimal 3,6%
KPR 7,25%
KPRS BRI5% fixed
Kredit Investasi 6%      
Kredit Modal Kerja6%      
Kredit Pangan13% – 15% 
Kupedes0,9% (flat perbulan)
KUR6%      
Pinjaman Online BRI Ceria26,95%  
Resi Gudang6%      

Cara Perhitungan Pelunasan Pinjaman Bank BRI

Suku bunganya memang akan menjadi acuan untuk menghitung nominal pokok pinjaman serta biaya lainnya. Sesuai dengan aturan pelunasan BRI debitur wajib melakukan pembayaran sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan. Kemudian cara bayar hutang di Bank BRI dapat dilakukan memakai fasilitas online ataupun dari kantor cabang terdekat debitur.

Kemudian jika bicara perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI maka dapat dimulai dari cicilan pokok yang dibayarkan tiap bulannya. Berikutnya kamu dapat menghitung bunganya dilanjutkan biaya admin. Setelahnya akan diketahui sisa pinjaman, jika pelunasan dipercepat maka perhitungan akan berbeda.

1. Perhitungan Cicilan Pokok Pinjaman Bank BRI

Pertama adalah perhitungan jumlah cicilan untuk pelunasan pinjaman Bank BRI dimana didapatkan dari total pinjaman dikurangi seluruh pembayaran yang sudah dilakukan. Kita ambil contoh semisal pada pinjaman KPR dimana memiliki suku bunga 7,25% pertahun.

Debitur mengambil pinjaman sebesar Rp.120.000.000 kemudian memilih tenor 12 bulan. Kemudian cicilan sudah dibayarkan sampai ke bulan 10 maka untuk menghitung cicilan pokoknya sebagai berikut.

  • Pinjaman = Rp.120.000.000
  • Tenor = 12 bulan
  • Cicilan Pokok = Rp.120.000.000 : 12 = Rp.10.000.000.
  • Cicilan sampai bulan ke 10 = Rp.10.000.000 x 10 = Rp.100.000.000
  • Sisa cicilan pokok = Rp.120.000.000 – Rp.100.000.000 = Rp.20.000.000
Baca  10 Cara Cek Saldo Asuransi BRI Life : Syarat & Ketentuan

2. Perhitungan Bunga Pinjaman

Berikutnya adalah perhitungan bunga pinjaman Bank BRI, masih menggunakan contoh KPR dengan bunganya 7,25%. Kemudian untuk mendapatkan nominal bunganya maka dapat dibagi kedalam tiap bulan seperti berikut.

  • Bunga pertahun 7,25%
  • Bunga perbulan = Rp.120.000.000 x 7,25% : 12 = Rp.725.000
  • Sisa bunga 2 bulan = Rp.725.000 x 2 = Rp.1.450.000

3. Perhitungan Biaya Admin

Kemudian untuk perhitungan biaya akan terdiri dari provisi 1% lalu admin 0,1% dari jumlah pinjaman. Terdapat biaya asuransi, akad maupun lainnya dimana bergantung kebijakan perbankannya. Kemudian untuk dapat menghitungan biayanya maka paling jelas adalah administrasi sebagai berikut.

  • 0,1% x Rp.120.000.000 = Rp.120.000

4. Cara Menghitung Sisa Pinjaman Bank BRI

Kemudian untuk cara menghitung sisa pinjaman bank BRI maka tinggal ditambahkan sisa cicilan, total bunga dan juga biaya adminnya. Bisa dikatakan sisa pinjaman nominalnya dapat berbeda karena akan mengikuti nilai bunganya.

  • Sisa pinjaman = Rp.20.000.000 + Rp.1.450.000 + Rp.120.000 = Rp.21.570.000

5. Hitung Biaya Penalti Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo

Berikutnya adalah untuk menghitung biaya penalti ketika pelunasan pinjaman Bank BRI dilakukan diawal atau sebelum jatuh tempo. Pada dasarnya pelunasan pinjaman sebelum jatuh tempo melanggar perjanjian kredit sehingga debitur akan dikenakan sejumlah biaya, pada umumnya sebesar 5% dari sisa cicilan pokok.

  • Penalti = 5% x Rp.20.000.000 = Rp.1.000.00

6. Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat BRI

Berikutnya adalah cara perhitungan pelunasan kredit dipercepat BRI dimana akan dihitung dari semua akumulasi biaya ditambahkan dengan penalti. Dari perhitungan diatas hanya perlu menambahkan antara sisa pinjaman dan juga biaya penaltinya.

  • Pelunasan Pinjaman Dipercepat = Rp.21.570.000 + Rp.1.000.00 = Rp.22.570.000

Contoh Bukti Pelunasan BRI

Berikutnya ketika sudah mengetahui perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI maka tinggal melakukan pembayaran apakah tepat waktu ataupun bisa mempercepatnya. Sesudah melakukan pembayaran maka akan mendapatkan tanda bukti pelunasan dari pihak bank BRI. Untuk contoh bukti pelunasan BRI akan seperti dibawah ini.

Contoh Bukti Pelunasan BRI

Ketika angsuran BRI telat 1 bulan saja maka dikenakan penalti saat menjelang pelunasan. Jadi kita wajib berhati hati supaya tidak dikenakan biaya tambahan karena alasan keterlambatan. Dari perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI saja sudah jelas bahwa penaltinya cukup besar karena mencapai 5% dari sisa cicilan pokok.

Kesimpulan

Bisa diambil kesimpulan bahwa perhitungan pelunasan pinjaman Bank BRI akan mengikuti bunga serta biaya yang diterapkan. Kemudian ketika terjadi pembayaran dipercepat kalian dapat memperhitungkan secara mudah biaya yang harus dikeluarkan. Sekian pembahasan idekredit.com, semoga dapat jadi referensi untuk melakukan pelunasan pinjaman Bank BRI.

Sumber gambar : idekredit.com, google.com